Audiensi Polres Magelang Kota bersama LSM Forbes PM tentang rencan aksi Unras tanggal 4 Nopember 2016

img-20161031-wa029Polresmagelangkota.com – Mensikapi adanya tulisan yang menyebar dimasyarakat melalui jejaring sosial WhatsApp tentang adanya rencana aksi Unjuk Rasa (unras) hari Jumat tanggal 4 November 2016 yang mana salah satunya berisi ancaman tentang pelemparan bom molotov dan pembakaran tempat ibadah (Gereja) diwilayah Kota Magelang.

Polres Magelang Kota melaksankan audiensi dan klarifikasi dengan LSM Forbes PM (Forum Bersama  Peduli Magelang ) dan perwakilan ormas pada, Senin (31/10/2016).

Audiensi berempat di ruang Pusat Pengendalian dan Komando Operasi (PPKO) Polres Magelang Kota, peserta diskusi dan klarifikasi dari Forbes PM tersebut sebagian merupakan oknum yg disebutkan dalam medsos WhatsApp beredar dimasyarakat,diantaranya adalah :

  1. Bintoro Dwi Prasetyo, SE ( Koordinator LSM Forbes PM ).
  2. Drs. Priyo Waspodo ( Wakil Koordinator Forbes PM ).
  3. Kunsri Hastuti, SH ( Penasehat Forbes PM ).
  4. Bpk Sholikhin (Aktivis Islam Mgl).
  5. Bpk Bowo ( Aktivis Geram Mgl).
  6. Bpk Iwan Tembong.
  7. Bpk Agung ( putra Ibu Kunsri ).
  8. Sunardi ( angt Gapensi & Sekjend DPC Partai Nasdem Kota Magelang)

Dalam kesempatan ini pihak Forbes PM melakukan klarifikasi terkait beredarnya informasi melalui medsos WhatsApp dari oknum yang disebutkan adalah sebagai berikut :

Drs. Priyo Waspodo menyatakan  bahwa :

Informasi yang beredar melalui WhatsApp dimasy tentang rencana aksi Unras pd tanggal 4 November 2016 tersebut tidak benar yang menyebut akan ada agenda pembakaran tempat – tempat ibadah dan pelemparan bom molotov, karena menurut saya agama Islam tidak pernah mengganggu umat lain kecuali jika diganggu, pada waktu rapat saya tidak hadir dalam rapat sesuai dengan informasi tersebut, karena saya ketiduran dirumah, maka dari itu saya secara pribadi tidak mengakui informasi menyebutkan nama saya terlibat dlm rencana aksi Unras anarkis tersebut.

Ibu Kunsri Hastuti, SH menyatakan bahwa :

Saya membantah dikatakan sebagai donatur dlm kegiatan tanggal 4 November 2016 seperti apa yg diinformasikan dlm medsos WhatsApp, saya memang sll membantu bila ada kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan (Islam) tapi tidak akan membantu bila ada aksi pembakaran tempat  ibadah karena sesama pemeluk agama harus saling menghargai dan menghormati, Saya termasuk orang yang anti terhadap gerakan Radikalisme, namum bila ada orang yang melecehkan Agama / Alquran kita sebagai umat islam marah,  Saya berharap Polri dapat mengusut tuntas Ahok dalam penistaan agama sesuai aturan hukum berlaku.

Sunardi menyatakan bahwa :

Saya membantah dikatakan sebagai Korlap untuk pembakaran gereja dlm kegiatan tanggal 4 November 2016 seperti apa yg diinformasikan dlm medsos WhatsApp, Terkait isu tersebut, dalam rapat yang dilaksanakan tidak ada agenda pembakaran tempat ibadah (gereja) dan saya juga sudah di klarifikasa oleh Babinsa, Terkait dengan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok saya sepakat untuk diusut tuntas karena itu sudah menjadi isu nasional bahkan internasional.

Sdr. Bintoro Dwi Prasetyo menyatakan bahwa :

Terkait rencana kegiatan tanggal 4 November 2016 tersebut tetap akan dilaksanakan namun untuk tempat kami masih belum bisa memastikan dimana kegiatan tersebut akan dilaksanakan, karena sampai saat ini masih dirapatkan dan nantinya akan dilaksanakan di Kota Magelang atau tempat lain sampai saat ini blm ada kepastian, Saya membantah adanya info beredar tentang ada pembakaran tempat ibadah dan pelemparan bom molotov, shg akan mencemarkan nama baik seseorang / kelompok, Kami dan teman2 akan menjaga tempat ibadah (gereja) yang ada dikota magelang dan membuktikan  info yang tersebar di masyarakat itu tidak benar,

Sehubungan dengan klarifikasi dari pihak tersebut dalam informasi WhatsApp, Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto SIK, MH memberikan jawaban sbb :

  1. Polri jg mendapatkan informasi tersebut dari masyarakat yang kemungkinan ikut langsung / terlibat dalam setiap rapat tentang adanya rencana aksi Unras tanggal 4 November 2016 ke Wilayah Kota Magelang menuntut proses hukum Gubernur DKI Jakarta tentang penistaan agama.
  2. Polri tidak akan under estimate karena menurut informasi yang diterima jumlah masa yang akan hadir sangat banyak dan dimungkinkan akan adanya oknum – oknum yang berkepentingan memanfaatkan aksi tersebut.
  3. Pihak Polri tidak akan menelan mentah – mentah setiap informasi masuk, baik dr internal maupun dr masyarakat, namun kami akan menelaah dan mencari fakta kebenarannya terlebih dahulu sehingga kita bisa mengambil langkah – langkah antisipasinya, dan apabila informasi itu memang terjadi Polri sdh mempunyai SOP dlm penanganannya.
  4. Bahwa informasi berkembang dimasy bisa juga berasal dr phk lain, satuan intelijen bukan hanya dr Polri saja melainkan masih byk satuan intelijen dr luar Polri, shg tergantung bagaimana kita mengolah dan melihat dr sudut pandang yg berbeda atas suatu informasi yg ada dan berkembang.
  5. Bahwa apabila pada tanggal 4 November 2016 masyarakat jadi akan melaksanakan aksi Damai tersebut, secara pribadi Kapolres Magelang Kota mempersilahkan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi(sesuai UU no 9/98)dengan catatan kegiatan tersebut dilaksanakan secara damai, mendidik dan jangan sampai membuat anarkis.
  6. Dari Pihak Polres Magelang Kota mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir pada forum diskusi dan klarifikasi ini, dan telah berkenan untuk konfirmasi terkait informasi yang telah beredar di kalangan masyarakat.

Hadir dlm acara tersebut Wakapolres Magelang Kota, Para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran Polres Magelang Kota, Kasipropam, Kasiwas.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *